
PALANGKA RAYA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) sukses menggelar kegiatan Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Ahad (PERJUSAHAD) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan pada tanggal 5 – 7 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung meriah ini berpusat di lingkungan Kampus 3 UMPR dan diikuti oleh sedikitnya 296 mahasiswa yang saat ini berada di semester 2.

Acara tahunan ini dibuka secara resmi oleh Hendri, M.Pd Dekan FKIP UMPR. Dalam perayaannya, beliau menekankan pentingnya kegiatan PERJUSAHAD sebagai bagian tak terpisahkan dari kurikulum akademik. Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari mata kuliah Hizbul Wathan, sebuah mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa semester 2 di lingkungan FKIP UMPR guna membentuk karakter yang mandiri, disiplin, dan berjiwa sosial tinggi. ujar Hendri

Ada kegiatan yang berbeda pada pelaksanaan PERJUSAHAD tahun ini. Pihak panitia melakukan inovasi dengan menyelipkan materi-materi aplikatif yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa di era modern sekaligus sebagai bekal penyelamatan diri.
Dosen pengampu mata kuliah Hizbul Wathan, Alpian Sapari, M.Pd., mengungkapkan bahwa kehadiran kali ini sengaja dirancang lebih dinamis dengan menghadirkan dua agenda baru yang sangat krusial, yaitu:

Pelatihan Digitalisasi: Membekali kader muda Hizbul Wathan agar mampu memanfaatkan teknologi informasi secara bijak dan kreatif dalam berorganisasi.
Pelatihan Penanggulangan Api Kecil: Edukasi berbasis simulasi penyelamatan dan mitigasi bencana kebakaran.

Oleh karena itu, pada tahun ini kami meliputi pelatihan digitalisasi serta pelatihan penanggulangan kebakaran kecil. Khusus untuk simulasi pemadaman kebakaran, kami bekerja sama langsung dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya agar mahasiswa mendapatkan edukasi yang valid dan profesional,” ujar Alpian


Melalui penambahan materi ini, diharapkan 296 mahasiswa FKIP UMPR tidak hanya cakap dalam urusan kepanduan dan akademik saja, tetapi juga tanggap serta tangguh dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan masyarakat. (dm)

